Tuesday, May 15, 2012

Inilah Hasil Foto dari Kacamata Pintar Google

Salah seorang pendiri Google Sergey Brin mengenakan kacamata pintar berbasis augmented reality yang menjadi proyek besar Google
Google saat ini sedang sibuk dengan proyek kacamata pintar yang dijuluki Google Project Glass. Google menjanjikan kacamata ini bisa melakukan banyak hal (multi-tasking) seperti sebuah smartphone.

Proyek yang memanfaatkan teknologi augmented reality ini bisa disebut proyek masa depan, yang bisa jadi hanya akan menjadi sebuah konsep.

Namun, para petinggi Google telah melakukan sejumlah langkah "pamer"untuk meyakinkan bahwa kacamata pintar adalah nyata. Salah seorang pendiri Google, Sergey Brin, mengenakan prototipe kacamata pintar di sebuah acara amal pada awal April 2012.

Setelah Brin, sekarang giliran Sebastian Thrun yang pamer kemampuan kacamata pintar. Pendiri sekaligus kepala Google X yang bertanggung jawab atas Google Project Glass ini memamerkan foto hasil jepretan kamera yang ada di kacamata pintar Google.

Sekarang ini, sudah ada 2 foto yang dibagikan Thrun dalam akun jejaring sosial Google+. Berikut 2 foto hasil jepretan kacamata pintar Google.

Foto ini diambil ketika Thrun tampil di sebuah program talkshow televisi The Charlie Rose Show, lalu dipublikasikan ke Google+ pada 20 April 2012. Pria di foto ini adalah Charlie Rose, pembawa acara talkshow tersebut.

  

Di bawah ini adalah foto ketika Thrun sedang diwawancarai oleh Rose. 


 Foto kedua, dipublikasi Thrun ke Google+ pada 8 Mei 2012, dan diberi caption: "Jasper, my son, and me." Foto ini memperlihatkan Thrun sedang bermain dengan anaknya Jasper. Foto ini telah mendapat 500 komentar.


IBM Bikin Hardisk Terbesar Berkapasitas 120 Petabyte

Superkomputer Jaguar di Oak Ridge National Laboratory.
IBM sedang membangun sebuah hardisk terbesar yang memiliki kapasitas 120 petabyte, atau 120 juta gigabyte. Saat ini hardisk terbesar di dunia masih berkapasitas 15 petabyte. Apabila proyek ini selesai, maka IBM akan memiliki hardisk dengan kapasitas terbesar di dunia.
Tentu bukan sebuahhardisk tunggal. IBM membuat hardisk tersebut dari serangkaian 200 ribu hardisk yang digabungkan menjadi satu di fasilitas superkomputer. Pelaksanaan proyek dilakukan di CA Research Lab, Almaden, San Jose, California, AS.
Hardisk raksasa ini bisa berisi tidak kurang dari satu triliun file dan dapat menjalankan simulasi sistem yang lebih kompleks, seperti untuk cuaca dan pemodelan iklim. Megaserver ini dibuat untuk klien anonim yang berencana membuat simulasi fenomena peristiwa nyata.
Untuk mendukung proyek ini, IBM mengembangkan berbagai perangkat keras dan teknik perangkat lunak baru. Pendingin yang dibuat untuk hardisk raksasa ini menggunakan sirkulasi air, bukan kipas seperti pendingin hardisk pada umumnya.
Ketika disk tunggal mati, sistem menarik data dari drive lain dan menulis ke disk pengganti perlahan-lahan, sehingga superkomputer dapat terus bekerja. Jika lebih banyak kegagalan terjadi di antara drive di dekatnya, drive akan membangun kembali kecepatan untuk memproses dan menghindari kemungkinan kegagalan lain, seperti terhapusnya beberapa data secara permanen.
IBM menggunakan taktik standar menyimpan beberapa salinan data pada disk yang berbeda, tapi mempekerjakan perbaikan baru yang memungkinkan superkomputer untuk tetap bekerja dengan kecepatan hampir penuh bahkan ketika drive rusak.

Sumber :
TechnoCup, Technology Review

Chip Buatan IBM Sanggup "Download" 500 Film HD per Detik

extremetech.com
Peneliti IBM telah mengembangkan sebuah prototipe chip optik yang dapat mentransfer data hingga 1 Tbps (1 Terabit per second). Angka ini setara dengan kecepatan download 500 film kualitas HD (high definition) dalam satu detik.

Chip yang dinamakan Holey Optochip, merupakan transceiver optik paralel yang terdiri dari dua pemancar penerima yang dirancang untuk menangani pengiriman data dalam jumlah besar.

Chip ini akan mendukung tenaga superkomputer masa depan dan aplikasi data center, dimana IBM telah menggunakan teknologi optiknya.

Jaringan optik secara signifikan akan meningkatkan kecepatan transfer data dengan mempercepat aliran data menggunakan sinyal cahaya, bukan menggunakan elektron melalui kabel.

Para peneliti telah mencari cara untuk memanfaatkan sinyal optik bersamaan dengan teknik manufaktur chip yang rendah biaya dan tinggi volume.

Para peneliti di laboratorium IBM membangun Holey Optochip dengan membentuk 48 lubang fabrikasi dalam chip CMOS standar berukuran 90 nanometer. Lubang-lubang tersebut dimanfaatkan untuk menambahkan 24 receiver dan 24 transmitter channel di belakang chip.

Para peneliti telah mengumumkan kehadiran prototipe Holey Optochip pada 8 Maret 2012 dalam acara Optical Fiber Communication Conference di Los Angeles, AS.

Pengumuman ini bertujuan untuk membuka kesempatan komersialisasi chip ini pada dekade berikutnya melalui kemitraan manufaktur.

Sumber :
INFOWORLD


Printer Pixma MX897, Bisa Pindai Gambar Bolak Balik

Manager Business Planning Department Consumer System Product Division Canon South and South East Asia Masanori Tsujita dan Division Manager Consumer System Product Division Canon Indonesia Monica Aryasetiawan meluncurkan Printer Canon Pixma MX-series dan Eseries di Bistro Boulevard Jakarta, Kamis (26/4/2012).
Canon telah merilis lima printer terbarunya, termasuk Pixma MX897. Tipe ini bisa juga digunakan untuk memindai dokumen bolak-balik (Auto Duplex Scanning).

Division Manager Consumer System Product Division Canon Indonesia Monica Aryasetiawan menjelaskan printer tersebut memang ditujukan untuk kelas premium dan bisa melakukan 5 hal dalam satu perangkat sekaligus.

"Printer ini bisa print, scan, copy, faks dan direct print. Tapi printer ini bisa melakukan scan dokumen atau gambar bolak balik sekaligus," kata Monica selepas peluncuran printer Canon Pixma MX Series dan E series di Jakarta, Kamis (26/4/2012).

Dengan scan bolak balik, maka cetak-mencetak dokumen dan gambar bisa lebih cepat. Pengguna tidak perlu membolak-balik gambar atau dokumen untuk melakukan pemindaian.

Khusus direct print, printer ini menyediakan slot USB Flash drive dan card direct. Sehingga memungkinkan pengguna untuk mencetak dokumen atau gambar langsung dari flash disk ataupun kartu memory.

Selain itu, printer ini juga memiliki fitur Automatic Document Feeder (ADF), printer yang mampu mencetak atau pemindaian hingga 35 lembar dokumen atau foto secara sekaligus.

Untuk melakukan pencetakan maupun pemindaian, printer ini juga dilengkapi dengan fitur mobile printing. Sehingga printer ini bisa diperintah dari ponsel baik yang memakai OS Android maupun iOS.

"Printer tersebut bisa mencetak dan memindai dokumen atau foto dari ponsel melalui akses wifi," katanya.

Selain itu, printer ini juga bisa dipakai tanpa terhubung dengan PC. Printer seharga Rp 3,4 juta ini bisa terhubung dengan Canon Cloud Server.

Trio MX-Series dan ESeries


Canon juga merilis tiga printer Pixma MX-series yaitu MX377, MX437 dan MX517. Serta printer Pixma E600.

Keempat printer tersebut memiliki fitur Automatic Document Feeder (ADF). Namun kemampuan mencetak atau pemindaian hanya hingga 30 lembar dokumen atau foto secara sekaligus.

Untuk printer seri MX masih bisa melakukan mobile printing, tapi seri E600 tidak bisa.

Seluruh printer yang dikenalkan Canon kali ini juga memiliki fitur Easy Web Print EX, Easy Photo Print EX.

Dengan fitur itu, pengguna bisa lebih mudah mencetak konten dari internet dengan satu kali klik tanpa perlu repot masuk ke menu bar.

"Untuk fitur tersebut, Canon bekerjasama dengan Picasa, situs penyimpanan foto milik Google. Sehingga pengguna yang memiliki akun Picasa bisa langsung mencetak gambar hanya sekali klik," tambahnya.

Printer ini dibanderol seharga Rp 1,075 juta (MX377), Rp 1,425 juta (MX437), Rp 1,625 juta (MX517), Rp 1,45 juta (E600).

Canon Akan Ganti Pekerja Manusia dengan Robot

ilustrasi


Produsen produk digital imaging asal Jepang, Canon mengumumkan rencananya untuk memakai robot sebagai ganti tenaga kerja manusia di pabrik kamera.

Seperti dilansir oleh Electronista, juru bicara Canon Jun Misumi mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan demi menghemat ongkos produksi.

Canon berharap proses otomatisasi produksi kamera digital dengan robot tersebut dapat diterapkan sepenuhnya pada 2015.

Canon menggunakan metode produksi "Cell-Production" di mana pekerja tidak duduk di samping ban berjalan dan melakukan satu tugas tunggal berulang-ulang, tapi merakit sebuah komponen utama.

Belakangan, robot mengambil alih proses perakitan ini untuk menggantikan peran manusia.

Meski begitu, Misumi menjelaskan bahwa Canon tidak akan merumahkan pekerja yang diganti oleh robot. Tenaga kerja manusia akan dialihkan ke bidang lain.

Lebih lanjut, Misumi mengatakan bahwa tren otomatisasi dengan robot juga diikuti oleh perusahaan Jepang lainnya, bukan Canon saja.

Perusahaan-perusahaan Jepang khawatir lokasi produksi barang bisa berpindah ke China atau India karena ongkos pekerja di sana lebih murah.

12 Aplikasi Kamera Terbaik di Ponsel Android

Screenshot Aplikasi Instagram untuk Android
Android memiliki pilihan aplikasi untuk editing dan sharing foto. Namun manakah di antara ratusan aplikasi kamera, yang terbaik untuk dicoba? Jika Instagram terlalu mainstream, mungkin 12 aplikasi berikut ini bisa jadi alternatif selain Instagram.

Joshua Goldman, penulis yang mengkhususkan diri untuk membahas kamera digital dan camcorders untuk Cnet, memilihkan 12 aplikasi kamera untuk dicoba pengguna Android. Berikut penjelasannya :

1. Camera Zoom FX














Aplikasi berbayar ini bisa didownload seharga 2,99 dollar AS. Kamera ini mampu mengambil gambar dan mengedit dalam satu antar muka. Namun, jika tak ingin membayar untuk aplikasi, pengguna Android bisa mendownload aplikasi Camera360 yang tersedia gratis.

2. Little Photo
















Aplikasi kamera ini gratis, namun pengguna harus membayar 3,85 dollar AS untuk menambahkan plug-in tools tambahan seperti cropping, contrast, exposure, dan saturation.
 
3. Pudding Camera














Seperti kamera Retro Urban, aplikasi kamera yang gratis ini memberikan pilihan beragam tipe kamera yang bisa dipilih oleh pengguna Android. Tipe kamera juga bisa dikombinasikan dengan tipe film, sehingga hasil foto akan berbeda-beda. 

4. BeFunky PhotoEditor
   















Bagi pengguna yang hanya menginginkan foto yang terlihat lebih baik dan solid, aplikasi ini tersedia gratis. Namun bagi yang ingin hasil fotonya lebih profesional, aplikasi ini menawarkan efek tambahan dengan membayar 3,99 dollar AS untuk mendapatkan versi Pro.

5. Aviary Photo Editor
 




 










Aviary sebetulnya bukan aplikasi. Namun pengguna Android bisa memanfaatkannya sebagai aplikasi yang terpisah. Pengguna bisa mengecek keberadaan Aviary dengan membuka foto lalu tap foto ke ikon 'share' dan klik tulisan Aviary dalam daftar. Maka pengguna akan bisa mengedit foto menggunakan opsi editing yang ditawarkan Aviary ini. Untuk pengguna yang ingin menambahkan efek, Aviary juga menyediakannya seharga 1 dollar AS.
 
6. PicSay Pro
  















Dengan membayar 3,99 dollar AS, beragam pilihan editing akan muncul ketika ingin mengedit foto yang telah disimpan sebelumnya. Fitur-fitur seperti Adjust, Effect, atau Stickers, dilengkapi dengan preview kecil, membuat hasil editing tak akan mengecewakan.

7. AfterFocus
  















Aplikasi ini mengandalkan kedalaman atau keakuratan foto. Aplikasi ini mampu mengubah latar belakang dengan blur, atau membuat objek lebih tajam dari background, seperti yang ditawarkan kamera profesional. 

8. Paper Camera
  














Aplikasi ini cukup unik karena memberikan fitur editing dengan tampilan antar muka yang mirip sketsa pada kertas biasa. Aplikasi ini bisa digunakan untuk mengedit foto maupun video. Meski tampilannya terlihat sederhana, namun hasil akhir editing dari aplikasi ini cukup baik.

9. Fast Burst Camera
  















Aplikasi ini mampu menangkap 30 frame per detik, sehingga hasil fotonya bisa seperti potongan-potongan rekaman video. Setiap foto yang diambil, akan memiliki belasan hingga puluhan frame yang bisa dipilih untuk menjadi satu rangkaian foto yang cantik.Aplikasi ini gratis untuk versi Lite, namun berbayar seharga 3,99 dollar AS untuk menambahkan flash, focus, dan digital zoom serta bisa untuk mematikan suara shutter sound yang berisik.

10. Pro HDR Camera
  















Aplikasi HDR (high dynamic range) pada smartphone tidak selalu menghasilkan rentang yang dinamik pada subyek dengan kontras tinggi. Aplikasi HDR mampu menyeimbangkan hal itu dengan cara mengambil beberapa foto dengan exposure yang berbeda dan mengkombinasikannya dalam satu kali edit. Namun aplikasi ini tidak cocok digunakan untuk objek yang bergerak.

11. Imageotag
  















Aplikasi kamera ini mampu melakukan geotagging pada setiap foto dan merekamnya. Data yang ditanamkan termasuk dari GPS yang di-embed, lokasi, accelerometer, bearing, compass, light lux, magnetic field, pitch, proximity, roll, speed, temperature, dan data waktu.Setiap kali mengambil gambar, kamera ini akan mendeteksi lokasi pengambilan gambar. Jika pengguna mengambil gambar dengan kamera lain, foto yang telah diambil bisa dimasukkan ke aplikasi ini lalu pengguna bisa melakukan tag pada foto tentang lokasi pengambilan gambar. Foto akan bersatu dengan foto lainnya yang lebih dulu terekam dalam aplikasi ini.

12. Photaf Panorama Pro
  












Aplikasi ini bagus digunakan untuk gambar yang bergerak karena mampu menangkap benda-benda yang bergerak di sekitar foto tunggal awal. Untuk pengguna ponsel layar sentuh, hanya dengan menggerakkan ponsel, aplikasi ini akan menangkap objek yang diinginkan dengan menekan fitur 'Stitch Images'.

Sumber :


 

Penggunaan "Open Source" Masih Rendah


Blogs.Sun.com

Meski legal dan gratis, penggunaan sistem operasi sumber terbuka alias open source di Indonesia belum populer.

Padahal, pemakaian sumber terbuka menghemat 50- 62 persen belanja pembelian peralatan teknologi informasi pada lembaga ataupun individu.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ashwin Sasongko menyatakan, pemerintah mendorong penggunaan sistem operasi legal apa pun bentuknya. ”Penggunaan sistem operasi bajakan merupakan pelanggaran pidana,” katanya dalam diskusi ”Linux Ubuntu: Ujung Tombak Sistem Operasi Komputer”, Sabtu (12/5), di Jakarta.
Sistem operasi berlisensi mahal bahkan bisa lebih mahal daripada harga peranti kerasnya. Solusi alternatifnya, menggunakan sistem operasi sumber terbuka, misalnya Linux Ubuntu.

Sejak tahun 2004, pemerintah mencanangkan penggunaan sumber terbuka di Indonesia. Hingga kini, penggunaannya masih sangat kurang. Proses penyesuaian memerlukan waktu.
”Kondisi dan kesiapan tiap daerah berbeda. Tidak mungkin membuat seluruh kantor pemerintah di pusat ataupun kabupaten/kota menggunakan sistem terbuka serentak,” katanya.
Ashwin mengakui tidak mungkin menggunakan sumber terbuka secara penuh. Ada beberapa peranti lunak yang hanya bisa dijalankan menggunakan sistem operasi tertentu.

Kepala Subdirektorat Industri Konten Multimedia Kementerian Kominfo MH Munzaer menambahkan, sifatnya yang gratis membuat penggunaan sumber terbuka cukup luas. Sistem operasi ini digunakan di 70 persen negara di dunia. ”Negara berkembang cocok pakai open source,” katanya.
Karakteristik sumber terbuka yang bisa diunduh ataupun digandakan secara bebas mendorong pengembangan industri kreatif dari produksi berbagai peranti lunak, animasi, ataupun permainan berbasis sumber terbuka.

Hasil penghematan dana dari pemanfaatan sumber terbuka dapat digunakan untuk kepentingan lain yang lebih besar, seperti meningkatkan kualitas peranti keras dan lebar pita internet.
Kelemahan sumber terbuka, belum semua peranti keras sesuai dengan sumber terbuka, seperti mesin pemindai (scanner) dan mesin pencetak (printer).(MZW) 
Sumber :
Kompas Cetak